قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الصِّيَامُ جُنَّةٌ»
Dalam kitab Sahih Bukhari ada sebuah hadist yang diriwayatkan dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “ As-shiyamu junnatun, Shaum itu perisai”. Dan menurut syarah Muhammad Fuad Abdul Baqi, makna perisai di situ adalah pelindung yang menutup dari perbuatan kotor, dan juga kelak penutup dari api neraka.
Memang betul, selama bulan Ramadhan kita dilatih menahan nafsu makan minum dan bercampur suami isteri di siang hari, padahal ketiga hal itu halal dilakukan dimalam hari atau di bulan lain. Yang halal saja tidak dikerjakan apalagi yang haram. Maka latihan sebulan itu seharusnya melahirkan pribadi yang tangguh bagai perisai pada bulan-bulan selanjutnya.
Pribadi muttaqien yang kokoh bertahan terhadap godaan nafsu nafsu buruk. Namun selain itu sebetulnya ada hikmah lain dari Ramadhan, yakni latihan kewaspadaan bersiaga terhadap hal buruk yang bisa sewaktu-waktu terjadi dalam kehidupan. Kalau kejutan berupa hal yang baik-baik, itu malah akan membuat kita gembira. Maka rasanya tidak perlu ada latihan untuk itu. Dan kejutan-kejutan bagus itu memang dijanjikan Allah bagi orang yang bertaqwa.
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, akan didatangkan baginya jalan keluar, dan diberi rejeki dari arah yang tidak pernah diduga olehnya.” (At-Tholaq: 1-2)
Maka orang-orang yang shaum tentunya boleh mengharapkan kejutan-kejutan bagus tadi, karena tujuan shaum adalah juga taqwa.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan untuk kalian shaum sebagaimana telah diwajibkan untuk orang2 sebelum kamu, agar kalian bertaqwa.” (Al-Baqoroh: 183)
Namun ternyata bukan hanya kejutan-kejutan bagus, kejutan-kejutan buruk juga akan mendatangi hidup kita. Sebab Allah juga menjanjikan bahwa kita akan ditimpa berbagai bala, berupa hal-hal yang buruk untuk menguji siapa yang sabar. Sebagaimana dalam ayat berikut.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Sungguh akan kami timpakan kepada kalian bala berupa ketakutan dan kelaparan dan berkurangnya harta dan jiwa dan buah-buahan, dan gembirakanlah orang-orang yang sabar. (Al-Baqoroh:155)
Ibadah shaun Ramadhan sangat ampuh untuk berlatih siaga mengantisipasi kejutan-kejutan buruk itu. Di bulan Ramadhan kita berlatih menahan lapar siang hari penuh, agar nantinya siap ketika terjadi situasi di mana kita susah mendapatkan makanan. Baik karena kehabisan uang, atau karena tidak sempat makan karena sibuk bekerja, atau karena tidak ketemu rumah makan diperjalanan ke tempat jauh, atau karena keadaan darurat bencana atau peperangan. Kita juga berlatih menahan haus, agar siap menghadapi situasi tidak mendapatkan air layak minum di perjalanan. Kita juga berlatih tidak bercampur suami istri, agar kuat menahan nafsu ketika sewaktu-waktu harus bertugas ke negeri yang jauh terpisah dari keluarga.
Latihan siaga ini dilakukan beramai-ramai sehingga tidak terasa berat. Dengan begitu ummat Islam tidak akan terkaget-kaget dan panik menghadapi kejutan hal yang buruk dalam kehidupan. Ketika kenyataan hidup tidak seperti yang diharapkan. Ketika gagal panen di sawah. Ketika bisnis merugi dan bangkrut. Ketika lamaran ditolak. Ketika tiba-tiba jatuh sakit. Ketika gagal diterima di universitas unggul. Dan lebih luas lagi, hasil latihan siaga Ramadhan ialah, ummat Islam tidak gamang ketika kenyataan terbalik dari harapan. Ketika jago pilihannya kalah dipertarungan politik. Ketika yang menang adalah sosok yang tidak disenanginya. Ketika partai yang didukungnya tidak mendapat suara cukup.
Pada skala dunia, umat Islam yang terlatih siaga Ramadhan tidak goyah akibat terjungkir baliknya politik dunia. Ketika protes Negara Islam agar kedutaan besar Amerika jangan berlokasi di Jerusalem ternyata dilanggar. Ketika 32 negara termasuk Filipina dan Vietnam ternyata hadir di upacara peresmian kedutaan tersebut. Ketika Saudi Arabia yang selama ini dianggap benteng Islam, tiba-tiba melonggarkan aturan-aturan syariat. Ketika Kim Yong Un pemimpin eksentrik Korea Utara tiba-tiba mau berdamai dengan Korea Selatan dan mau menghentikan proyek senjata nuklirnya. Ketika Mahathir Muhammad yang usia 92 tahun menjadi Perdana Menteri Malaysia lagi. Ketika dia mau bersekutu dengan Anwar Ibrahim, musuh politik yang dijebloskannya kepenjara dengan tuduhan sodomi. Ya dunia akan selalu dipenuhi kejutan-kejutan.
Itu adalah sunnatullah. Maka kita harus bersyukur karena Allah masih mentakdirkan kita bisa ikut berlatih siaga di bulan Ramadhan yang mulia ini. Dan selanjutnya hasil latihan ini akan tepakai sepanjang tahun. Karena memang dalam al-Qur’an Allah swt memerintahkan kita agar selalu sabar dan bersiaga dalam hidup.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah, dan perkuat kesabaranmu, dan bersiagalah dan bertaqwalah, agar kamu menang.” (Ali Imran: 200). ***(Bambang Pranggono/BSI)