Mendapatkan Kekuatan Cinta Ilahi

DAPATKAN KEKUATAN CINTA DI BULAN RAMADHAN

Oleh: Dadi Herdiansah

Akhlaq itu bagaikan angin saudaraku... Terkadang ia bisa menjadi musuh hingga dapat meruntuhkan segala apa saja yang dilaluinya seperti pohon tumbang, rumah roboh bahkan di daerah-daerah tertentu terdapat angin tornado yang sangat mengerikan.

Namun terkadang angin pun bisa menjadi teman bersahabat bagi kita, bahkan kita rindukan di saat-saat kita sedang gerah membutuhkan hembusannya yang halus.

Terlebih jika kita ada di suatu taman yang indah dikelilingi bunga-bunga yang harumnya tercium disaat angin sejuk menerpanya.

Apabila kita pernah merasakan begitu halusnya angin menyentuh kulit hingga kita dibuat nyaman dengan suasananya, maka Akhlaq Rasulullāh _shallallāhu ‘alaihi wasallam_ jauh lebih halus daripada hembusan angin tersebut.  Ibnu Abbās _radliyallāhu ‘anhu_ bercerita dalam salah satu riwayatnya:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالخَيْرِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ فِي رَمَضَانَ، حَتَّى يَنْسَلِخَ، يَعْرِضُ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ القُرْآنَ، فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، كَانَ أَجْوَدَ بِالخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ المُرْسَلَةِ

_“Nabi shallallāhu ‘alaihi wasallam adalah orang paling lembut dalam segala kebaikan. Dan kelembutan beliau yang paling baik adalah pada saat bulan Ramadlan ketika Jibrīl ‘alaihissalām datang menemui beliau. Jibrīl ‘alaihissalām  datang menemui beliau pada setiap malam di bulan Ramadlan hingga al-Quran selesai dibacakan untuknya. Apabila Jibrīl datang menemui beliau, maka beliau adalah orang yang paling lembut dalam segala kebaikan melebihi lembutnya angin yang berhembus”_

(H.R al-Bukhāri & Muslim)

Rasulullāh dalam hadits ini tergambarkan sebagai sosok manusia yang begitu teduh dan lembut yang tentunya senyum dan uluran tangan beliau sangat dirasakan oleh seluruh para shahabatnya.

Akhlaq beliau sangat lembut melebihi lembutnya angin terlebih pada bulan Ramadlan.

Kelembutannya menghasilkan kekuatan cinta pada Sang Khāliq, terbukti beliau mampu berdiri lama dalam setiap rakaat shalat malamnya hingga kaki beliau sebagai penopang badannya bengkak.

Aisyah _radliyallāhu ‘anhā_ sebagai istrinya yang sangat perhatian tentu tidak salah menegurnya atas dasar sayang, namun Rasulullāh _shallallāhu ‘alaihi wasallam_ begitu ringannya menjawab: “tidakkah boleh aku menjadi hamba yang bersyukur?”

Hati Rasulullāh _shallallāhu ‘alaihi wasallam_ telah dipenuhi cinta yang berbuah kekuatan.

Mudah-mudahan kita diberi kemampuan untuk bisa mengikuti jejak-jejak sunnahnya.

Mari kita hiasi hari demi hari dengan akhlaq yang terpuji dibawah naungan cinta-Nya. Terlebih pada bulan Ramadlan yang sedang kita jalani ini.

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post