Risalahnews.com,-- Untuk menjaga eksistensi muslim di Jawa Barat maka kepemimpinan disetiap tingkatan, baik Gubernur, Walikota, Bupati, Camat, Kepala Desa, Ketua RT/RW serta para Anggota Legistlatif harus dipegang oleh orang Islam yang memiliki kepedulian terhadap umat Islam.
Demikian disampaikan ketua Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat, ustadz Asep Syaripudin dalam kegiatan Mudzakarah bertajuk “Suksesi Kepemimpinan di Jawa Barat Harus Menjadi Bagian Dalam Membangun Peradaban Islam” di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jabar, Jl. Diponegoro Kota Bandung (20/5/2017).
Ustadz Asep mengaku telah diingatkan para ulama bahwa surat al-Maidah 51 tidak hanya berlaku di DKI Jakarta, terutama terkait dengan kewaspadaan umat Islam pada Pilkada serentak di Jawa Barat tahun 2018 nanti.
"Jangan sampai kursi-kursi (Kepala Daerah, Red) tersebut diisi oleh kalangan yang membenci Islam.” ujarnya.
Maka dari itu kita berusaha menjaga semangat umat Islam untuk mensukseskan pemilihan kepemimpinan di Jabar, yang menjadi bagian dalam membangun peradaban Islam,” pungkasnya.
Sementara itu Ketua ICMI Orwil Jabar Prof. Dr M. Najib, M.Ag yang menjadi narasumber dalam kegiatan Mudzakarah mengatakan bahwa dalam membangun peradan Islam setidaknya ada tiga pilar yang harus berjalan.
Pilar yang pertama adalah maju dan berkembangnya ilmu pengetahuan.
"Peradaban tidak mungkin dapat dicapai jika masyarakat masih terbelakang atau mengabaikan khazanah keilmuan,”paparnya.
Yang kedua adalah kepemimpinan yang adil. "Dalam catatan sejarah bahwa perabadan itu dilahirkan oleh para pemimpin yang mengedepankan rasa keadilan dalam membangunan suatu bangsa dan memimpin masyarakat," lanjutnya.
Ketiga adalah pengusaha atau sektor ekonomi yang mensejahterakan masyarakat.
"Sebaliknya pengusaha yang pro kepada pemerintah atau pemerintah yang pro kepada pengusaha hanya akan melahirkan konglomerasi yang menjadikan masyarakat sebagai sapi perahan. Asset bangsa hanya dimiliki dan dikuasai oleh segelintir orang,”imbuhnya.
Kegiatan yang dihadiri puluhan elemen Ormas Islam itu juga menghadirkan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Dr. Sodik Mudjahid M.Si. sebagai narasumber. Dalam paparannya, dia menekankan pentingnya umat Islam untuk terus menjaga eksistensinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan kiprahnya di politik secara santun dan beradab. Hal ini penting sebab berdiri dan kokohnya bangsa ini adalah karena perjuangan umat Islam baik sejak pra kemerdekaan, masa perjuangan mengusir penjajah hingga masa kemerdekaan.***RN
