Mahkamah Agung mengadakan sidang pada hari Senin, tanggal 29 Ramadhan 1440 H, sesuai dengan keputusan Mahkamah Agung No. (108 / e) tentang hilal di bulan Syawal tahun 1440 H.
Dalam pengumumannya Mahkamah Agung Saudi menjelaskan keputusan diambil setelah mendengarkan laporan dan mempertimbangkan, mengundang kesaksian yang melihat pemampakan hilal bulan Syawal pada malam ini, Mahkamah Agung memutuskan hari Selasa adalah 1 Syawal 1440 H, menyetujui kalender Um Al-Qura, bertepatan denga 4 Juni 2019, adalah hari Idul Fitri untuk tahun 1440 H
Hilal terlihat di beberapa wilayah kerajaan itu, Senin malam, yang berarti perayaan Lebaran jatuh pada hari selanjutnya, dikutip dari Arab News.Uni Emirat Arab, Kuwait, dan negara-negara Teluk lainnya juga akan merayakan Lebaran pada Selasa.
Dalam pengumumannya Mahkamah Agung Saudi menjelaskan keputusan diambil setelah mendengarkan laporan dan mempertimbangkan, mengundang kesaksian yang melihat pemampakan hilal bulan Syawal pada malam ini, Mahkamah Agung memutuskan hari Selasa Selasa adalah 1 Syawwal 1440 H, menyetujui kalender Um Al-Qura, bertepatan denga 4 Juni 2019, adalah hari Idul Fitri untuk tahun 1440 H
Di lain pihak, Indonesia, Pakistan, Australia, dan negara-negara Asia lainnya belum dapat melihat hilal pada Senin kemarin. Dengan demikian perayaan Idul Fitri baru akan dilakukan pada Rabu 5 Juni 20019 di negara-negara tersebut.
Untuk merayakan hari besar umat Muslim tersebut, Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengirimkan ucapan selamat kepada para pemimpin negara Islam di seluruh dunia.
Hasil Sidang Isbat Kemenag RI: Lebaran 2019 Jatuh Pada Rabu 5 Juni 2019
Pemerintah menyetujui Hari Raya Idul Fitri 1440H / 2019M atau 1 Syawal 1440H jatuh pada Rabu 5 Juni 2019. Keputusan itu ditetapkan selepas Sidang Isbat yang dipimpin langsung Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Aula HM Rasjidi, kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (3/6/2019).
Lukman menjelaskan, hilal yang dipantau berada di antara -1 derajat 26 menit hingga -0 derajat lima menit. Itu artinya dari seluruh air tanah kita posisi hilal berada di bawah ufuk.
Sidang Isbat, menurut dia, juga mendengar laporan dari petugas rukyat hilal Kemenag yang bekerja di bawah sumpah. Mereka tersebar tidak kurang dari 105 wilayah tanah air.
"Tidak ada di antara mereka yang melihat hilal. Maka diminta ketentuan, kaidah yang berlaku selama ini yang terjadi hal itu, maka ramadhan tahun ini digenapkan jadi 30 hari," ujar Lukman.
"Itu berarti besok hari (selasa, red) kita masih berpuasa dan dengan demikian 1 Syawal 1440H jatuh pada hari Rabu 5 Juni 2019. Apakah hasil sidang Isbat kita kali ini," lanjutnya.
Sebelumnya, pada pemaparan awal dalam sidang Isbat, Tim observasi Kementerian Agama menyatakan posisi awal hilal belum terlihat dari pengamatan dari 105 titik di 34 provinsi.
Ahli astronomi dari Planetarium Jakarta, Cecep Nurwendaya memimpin pemaparan posisi hilal awal Syawal 1440 H. Dia mengatakan rukyat digelar dari Aceh hingga Papua dengan titik terbanyak di Jawa Timur untuk menentukan 1 Syawal 1440 H.
"Kalau sudah ada, memenuhi kriteria, sudah 1 Syawal. Kita sedang harap-harap cemas apakah hilal sudah teramati atau tidak," kata Cecep di hadapan peserta sidang isbat di Kemenag, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Senin (3/6/2019).
Salah satu hasil rukyat yang dipaparkan berasal dari Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Dari titik tersebut, tinggi hilal masih sebatas 0,56 derajat dengan usia 40 menit.
"Tidak ada referensi bahwa hilal Syawal 1440 Hijriah hari Senin tanggal 3 Juni 2019 teramati dari wilayah Indonesia," ujar Cecep.
