Khutbah Idul Fitri : Musibah Di Atas Musibah

Khutbah Idul Fitri 1440 H dengan tema Musibah di Atas Musibah ini disampaikan oleh Ustadz Ihsan Setiadi Latief di halaman Gedung Rumentang Siang / Masjid Pasar Kosambi Kota Bandung. Selamat membaca !

ان الحمد لله نستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور انفسنا من يهد الله فهو المهتد ومن يضلل فلا هدي له ؛ اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له ، و اشهد ان محمد عبده ورسوله الذى لا نبي بعده ، اما بعد :الله اكبر ، الله اكبر ولله الحمد

Al- A'idien wal A'idaat !
Pertama-tama kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah swt yang dengan bimbingan inayah, rahmat dan hidayah-Nya , kita masih diberi kesempatan dan kemampuan untuk menuntaskan kewajiban shaum dan amal ibadah lainnya selama bulan Ramadlan, serta merayakan hari 'Iedil Fithri pagi ini. Kita semua berharap semoga amal ibadah kita tersebut diterima oleh Allah swt sebagai 'amalan sholihan mabruran maqbulan, menjadi wasilah diampuninya segala kealfaan dan dosa kita yang pernah kita lakukan selama ini, dan hari ini kita benar-benar dalam keadaan fithri dalam arti bersih dari dosa. Untuk kemudian kita isi lembaran hidup yang akan masih tersisa dengan prestasi hidup dan amal sholih yang lebih baik, lebih berkualitas. Sehingga kelak di kemudian hari ketika kita dikumpulkan di Padang Mahsyar, kita dikumpulkan dalam keadaan lebih bahagia dari pada kebahagiaan kita pada hari raya 'Iedul Fithri ini.

Al-A'idien wal-a'idaat !

Kaum muslimin rahimakumullah!


Apa yang terjadi pada saudara-saudara kita di beberapa tempat di Indonesia tahun ini sungguh sangat memilukan: Gempa bumi, Tsunami, Likuifikasi, banjir, kebakaran. Tidak ada kata yang patut untuk kita ucapkan atas semua ini kecuali innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Kita semua berasal dari Allah dan akan kembali kepadanya. Kekuasaan Allah tidak terbatas, yang meliputi segala apa yang ada di alam raya ini, dan itu terbukti dengan apa yang terjadi berupa musibah yang datang beruntun dan berturut-turut ini.


Betapa kecil dan tidak berdaya nya manusia dihadapan kemahakuasaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kita ini ibarat sebutir debu di Padang Sahara atau Setetes Air di tujuh lautan benua.

Semua doa kita panjatkan untuk para korban , semoga yang wafat mendapatkan syahid di sisi Allah , dan yang terluka segera disembuhkanNya


الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ: الْمَطْعُوْنُ وَالْمَبْطُوْنُ وَالْغَرِيْقُوَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيْدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ

“Para syuhada itu ada lima golongan: yang terkena tha’un , mabthun ( sakit perut) ,tenggelam, terkena reruntuhan, dan yang syahid di jalan Allah subhanahu wa ta’ala.” ( HR.Al Bukhari & Muslim)
Kitapun berharap agar kondisi segera pulih dengan keimanan yang bertambah serta ketakwaan yang semakin mantap kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dibutuhkan kontribusi kita semua moril dan materil sebagai wujud persaudaraan dan keimanan,, untuk menghadapi musibah yang sangat besar ini.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (153) وَلاَ تَقُولُوا لِمَنْ يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللهِ أَمْوَاتٌ بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَكِنْ لاَ تَشْعُرُونَ (154) وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأَمْوَالِ وَالأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ(155) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا ِللهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (156) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (157)

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.(153) Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.(154) Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,(155) (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun"(156) Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.(157)
Kumpulan ayat di atas memberikan arahan kepada ummat beriman agar menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong, terutama dalam memikul tugas-tugas dan tanggung jawab, serta peranan mereka yang besar sebagai ummat pertengahan dan saksi kebenaran bagi manusia.
Mereka diseru agar berjihad di jalan Allah dan mengikis habis segala anggapan keliru atas orang-orang yang mati terbunuh di medan laga fii sabilillah… Yang oleh sebagian orang dianggap mati sia-sia… Mereka para syuhadak pada hakikatnya hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.

Allah SWT menegaskan pula bahwa ummat beriman pasti akan mengalami ujian kehidupan seperti ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan… Semuanya harus dihadapi dengan sabar…

Orang yang sabar adalah orang tabah menghadapi suka duka kehidupan dengan keimanan yang mantap; bahwa kita ini milik Allah dan kepada Allah jua kita kembali. Jadi, kata-kata Innalillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun, bukanlah suatu ungkapan hampa tanpa makna… Tetapi terpancar dari keimanan yang mengkristal di lubuk hati

Al-Aidien wal-Aidaat, Allahu Akbar, Allahu Akbar Wa Lillahilhamdu.

Tahukah kita akan musibah yang lebih besar daripada itu semua ?

Lebih besar daripada gempa bumi yang meluluhlantakkan kota
Lebih besar daripada banjir tsunami yang menyapu rata.
Lebih dahsyat dari angin puyuh yang menerbangkan semua yang ada


Allah subhanahu Allah berfirman :

ۚ فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ


"Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa azab yang pedih." (QS An-Nur, Ayat 63)


Menyelisihi Jalan Kebenaran jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyelisihi syariat Islam, menyelisihi petunjuk nabi, menyelisihi Al Quran , itulah semua yang mengundang bencana.
Saat kita diuji dengan bencana alam gempa bumi ,tsunami dan lain sebagainya lantas kemudian kita kembali kepada Allah menjadikannya sebagai pemicu untuk bertaubat kepada Allah sebagai jalan untuk taat dan kembali meniti jalan kesolehan maka sungguh musibah itu akan membuka lembaran-lembaran kebaikan bagi kehidupan kita.

Namun jika kekuasaan Allah yang mutlak itu telah ditunjukkannya dalam bentuk musibah yang datang silih berganti lantas kemudian kita tidak mengambil pelajaran ,kita tidak kembali kepada jalannya, kita tidak bertaubat, bahkan justru semakin sombong ,semakin ponggah dengan kesyirikan dan kemaksiatan ,maka azab Allah yang paling besar akan menimpa kita berupa kesesatan, berupa kekufuran, berupa jauhnya dan semakin jauh nya kita dari jalan Allah inilah musibah di atas musibah .Musibah terbesar saat Allah jauhkan kita dariNya.

Al-A'idin wal A'idaat,
Bumi Langit dan seluruh semesta sejatinya adalah makhluk yang taat kepada Allah , maka Tidak sepantasnya manusia saat diberikan Wahyu oleh Allah untuk hidup di atas bimbingan Wahyu itu lantas kemudian menjauhkan diri dan bahkan menistakan wahyu Allah dan lebih memilih jalan yang dia buat sendiri, aturan yang dia ,karang sendiri, jalan hidup yang mereka rekayasa sendiri . Itulah yang justru akan menjadikan manusia itu terjatuh ke dalam lembah kebinasaan.

Allah ta’ala berfirman

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ



"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".


Para orang shaleh yang terdahulu saat mereka mendapatkan musibah , maka takutnya kepada Allah semakin bertambah dan itu mengantarnya lebih dekat kepada Allah.

Manusia sejatinya adalah hamba Allah yang ditugaskan beribadah kepada Allah dengan sebenarnya benarnya, saat kedurhakaan terjadi maka musibah itu akan menerpa semuanya, yang shaleh maupun yg salah , yg bermaksiat maupun yang taat.


وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ


Dan takutlah atas siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya.
Al-A'idin wal A'idaat
Bersabda Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam

: ” مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم كمثل الجسد الواحد إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الأعضاء بالحمى والسهر ” متفق عليه .
“Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” Muttafaq Alaihi

Selain itu kita berharap bahwa apa yang kita berikan dijalan Allah dengan membantu saudara-saudara kita yang menderita itu Semoga menjadi asbab kita terhindar dari musibah dan berbagai prahara.
Ingatlah kita bahwa negeri ini adalah karunia Allah yang sangat luar biasa kita dimanja dengan berbagai kekayaan alam, namun hendaknya kita mengingat pula bahwa tak ada sejengkal pun negeri ini dan seluruh bumi ini kecuali milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala olehnya itu tak pantaslah kita menginjakkan kaki di atas bumi milik Allah untuk melakukan kemaksiatan apalagi dengan kemusyrikan dan kekufuran.

Al-A'idin wal A'idaat,
Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa Lilahi alhamdu,

Akhirnya marilah kita menundukkan jiwa dan raga kita kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Seraya bermunajat memohon ampunan nya memohon kasih sayangnya memohon rahmat nya.

Ya Allah Yang Maha pengampun ampunilah kami karena tiada yang dapat memberi ampunan melainkan engkau

Ya Allah, yang maha pengasih engkau maha tahu dosa dan kemaksiatan yang telah kami ukirkan dalam jejak hitam perjalanan hidup kami, tak ada yang dapat menghapuskannya melainkan kasihmu melainkan ampunanmu yang tiada berbatas

Ya Allah Yang Maha Kuasa janganlah kau jadikan dosa segelintir orang di antara kami untuk Kau turunkan azab dan kemurkaan Mu atas kami

Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang dapat belajar dari peringatan mu ini
Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang bersegera menuju ampunan Mu menyambut berkah syariat Mu dan jadikanlah kami orang-orang yang kembali kepadamu dalam ketaatan dalam ketakwaan dalam keimanan

Ya Allah tolonglah kami , Angkatlah musibah ini dari kami dengan kekuasaanMu yang tiada berbatas
رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدَّ نْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآ خِرَ ةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَ ابَ النَّا ِر .والحمد لله رب العالمين

Previous Post Next Post