Tausiyah MUI dalam Menghadapi Penyebaran Covid 19

Setelah mencermati kondisi aktual saat ini terkait penyebaran virus Corona di beberapa negara dan sudah terdeteksinya penyebaran virus tersebut di Indonesia, maka Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia menyerukan hal-hal sbb:

1. Mengajak  semua  elemen  bangsa,  khususnya  yang  beragama  Islam,  untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT agar terhindar dari musibah ini, dengan memperbanyak taubat, memohon ampun kepada Allah ‘Azza wa Jalla, meninggalkan  perilaku  dzalim,  memperbanyak  sedekah,  dan  meninggalkan permusuhan, karena penyebaran virus Corona ini bisa jadi merupakan peringatan dari Allah SWT agar umat Islam semakin mendekatkan diri kepada-Nya.



2. Mengajak umat Islam untuk melakukan Qunut Nazilah (berdoa untuk menangkal turunnya mala petaka) di setiap shalat fardhu, dengan tata cara (kaifiyah) sbb:
a.  Dilakukan di setiap shalat fardhu di rakaat terakhir setelah ruku’.
b.  Membaca do’a sbb:


c. Dibaca  pelan  saat  shalat  sirriyah (shalat  yang  disunnahkan  tidak mengeraskan suara, yaitu shalat Dhuhur dan Ashar) dan dibaca keras saat shalat jahriyah (shalat yang disunnahkan mengeraskan suara, yaitu shalat Maghrib, Isya’ dan Subuh), baik ketika menjadi imam atau sedang shalat sendiri.
d. Bagi imam shalat jamaah, saat membaca doa qunut nazilah ini agar mengumumkan lafadz doanya, yaitu dengan mengubah kata ganti untuk diri sendiri (mutakallim wahdah،خلإ تيده نميف يندها مهللا ) menjadi kata ganti untuk orang banyak (mutakallim ma’al ghairخلإ تيده نميف اندها مهللا ), dan makmum cukup mengaminkannya.

3.  Mengajak umat Islam agar memperbanyak wudlu sesuai tata caranya secara benar dan sempurna, khususnya saat mencuci kedua tangan (ghaslul kaffaini) agar melakukannya lebih ekstra dengan memakai sabun agar diyakini lebih bersih,   saat   berkumur (tamadhmudh)   dan   saat   membersihkan   hidung (instinsyaq). Karena sesuai keterangan para ahli kesehatan, cara-cara tersebut diyakini dapat menangkal penularan virus Corona.

4.  Menghimbau semua elemen bangsa untuk tetap tenang, bersatu, mengedepankan sikap saling membantu, menghindarkan perilaku saling berbantahan dan saling menyalahkan,  serta  tidak  menyebarkan  berita  atau  informasi  yang  belum diketahui kebenarannya  (hoax), dan    bersama-sama melakukan segala upaya untuk menangkal dan meminimalkan potensi penyebaran virus Corona tersebut

5.  Meminta kepada umat Islam agar berpegang teguh kepada pola hidup yang islami, dimulai dengan makanan, minuman, pakaian dan muamalah  demi meraih ridha Allah SWT sesuai perintah agama. “Wahai manusia, makanlah apa yang Kami ciptakan di bumi dari segala yang halal yang tidak Kami haramkan dan yang baik-baik” (QS: Al Baqoroh-168). 

Wallahu al-Musta’an, wa Ilaihi at-Tuklan.

Jakarta, 3 Februari 2020 

Wakil Ketua Umum, Sekretaris Jenderal,


KH. MUHYIDDIN JUNAIDI, MA Dr. H. ANWAR ABBAS, M.M., M.Ag 

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post